Laptop Pertama di Dunia Seberat Barbel Gym Pemula, Nggak Pakai Baterai

Lionita Nidia
laptop pertama di dunia yang diproduksi massal.

Sekarang bawa laptop ke mana-mana sudah bukan hal yang aneh. Makin ke sini makin canggih, ukurannya juga makin tipis, muat di tote bag, ringan, gampang ditenteng dari kafe ke kafe.

Harga laptop, meski nggak murah, masih terbilangaffordablebuat banyak orang. Bisa kebeli sama pelajar sampai para budak korporat. Tinggalpilih merk laptop yang fiturnya sesuai kebutuhan.

Tapi kamu tahu nggak laptop pertama di dunia itu bentuknya kayak apa?

Mirip koper, beratnya 11 kilo, seberat barbel yang biasa dipake orang yang baru mulai nge-gym. Layarnya cuma 5 inci, dan nggak pakai baterai sama sekali.

Itu jangankan ditenteng pakai tote bag, ngangkat sendirian dari meja saja sudah setara membakar kalori.

Mari kitaflashbackke 45 tahun lalu, di era MTV baru lahir dan Srimulat pertama kali tampil di TV.

Siapa Penemu Laptop Pertama di Dunia?

Adam Osborne bersama Osborne 1.
Adam Osborne bersama Osborne 1.

Ada seorang pria yang selalu semangat dan nggak pernah puas. Adam Osborne namanya. Lahir di Thailand tahun 1939 dari pasangan orang tua asal Inggris, dan besar di India.

Perjalanan hidup Mas Adam Osborne ini cukup nggak biasa. Dari penulis manual komputer sampai jadi salah satu nama terbesar di industri teknologi. Dialah sang penemu laptop pertama di dunia yang diproduksi secara massal.

Di pertengahan 70-an, Osborne mulai menggeluti dunia komputer sebagai hobi. Dia bahkan nulis dan menerbitkan sendiri manual-manual komputer yang terkenal mudah dipahami. Tahun 1977, perusahaan penerbitannya sudah punya lebih dari 400 judul buku.

Tapi ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya.

Waktu itu, komputer ukurannya masih segede lemari dan harus diam di satu tempat. Osborne yakin banget bahwa komputer nggak akan pernah benar-benar berguna sampai mereka bisa dibawa ke mana-mana.

Dia yakin komputer harus cukup kecil dan ringan untuk mengikuti penggunanya ke kantor, ke lapangan, ke mana saja. Benar, sangat visioner.

Ide Gilanya Mulai Diwujudkan

Tahun 1979, Osborne jual perusahaan penerbitannya. Uang hasil penjualan itu kemudian dia pakai buat mewujudkan obsesinya.

Maret 1980, dia menemui seorang engineer bernama Lee Felsenstein, anggota HomeBrew Computer Club yang sama-sama juga pernah jadi anggotanya Steve Jobs.

Osborne punya proposal sederhana nan ambisius: bikin komputer yang terjangkau, portable, dan sudah dilengkapi software langsung dari kotaknya.

Felsenstein setuju. Dan mulailah mereka bekerja.

Tahun 1981, Osborne mendirikan Osborne Computer Corporation. Felsenstein merancang hardware sesuai spesifikasi yang diminta Osborne. Komputer dalam casing yang bisa dibawa, punya handle, cukup kuat untuk jatuh tanpa rusak, dan (katanya) muat ditaruh di bawah kursi pesawat.

West Coast Computer Faire di San Francisco, April 1981. Ratusan booth berjajar, semuanya penuh dengan perangkat komputer berbentuk kotak-kotak beige yang sama persis.

Ada satuboothyang beda.Di sana berdiri Adam Osborne, dengan sebuah benda yang belum pernah ada sebelumnya di dunia. Bentuk awalnya terlihat aneh. Time Magazine waktu itu bilang tampilannya lebih mirip radio lapangan Perang Dunia II ketimbang komputer canggih. Tapi tetap menarik perhatian banyak orang.

Osborne 1 laptop

Benda itu diberi nama Osborne 1. Beratnya 11 kilogram atau sekitar 24,5 pound. Layarnya monokrom 5 inci, cuma muat menampilkan 52 karakter per baris dan 24 baris teks. Bisa sih disambungkan ke monitor eksternal untuk tampilan 80 kolom yang lebih normal. Ada dua floppy disk drive ukuran 5,25 inci di sisinya, masing-masing bisa nyimpen 90 KB data. Dan nggak ada baterai, harus colokan listrik terus.

Banyak juga yang sinis. Layarnya kecil banget, joke soal kata “portable” langsung bertebaran di antara pengunjung. Tapi begitu lihat label harganya $1.795, ekspresi mereka berubah.

Harga segitu sudah termasuk bundel software senilai hampir $1.500: sistem operasi CP/M 2.2, WordStar (word processor paling populer saat itu), SuperCalc (spreadsheet), MailMerge, dan dua bahasa pemrograman BASIC. Semua dalam satu kotak.

Ini sih kantor yang bisa dibawa pulang,” mungkin orang-orang dulu membatin begitu.

Hari pertama, orang-orang masihsceptical.Hari kedua, booth Osborne Computer Corporation sudah dikerumuni.

Osborne sendiri mengakui mesinnya cukup memadai dan bukan yang tercepat. Tapiselling point-nya adalah satu paket lengkap siap pakai yang harganya jauh lebih murah dari kompetitor.

Dengan harganya itu, Osborne 1 dijual di harga sedikit lebih dari setengah harga komputer setara di pasaran.

Jurnalis adalah kelompok pertama yang langsung ngerti nilainya.

Tentu saja. Sebelumnya, wartawan harus balik ke hotel, ketik laporan di mesin tik, terus kirim via teleks atau faks. Dengan Osborne 1, mereka bisa nulis langsung di lokasi kejadian (kalau pas nggak mager bawanya, soalnya.. ytta).

Osborne 1 kalau dilipat mirip koper.(Foto: Museums Victoria)
Osborne 1 kalau dilipat mirip koper.(Foto: Museums Victoria)

Tahun 1982, seorang reporter bernama David Kline beneran bawa Osborne 1 (plus pack baterai yang berat) ke pegunungan Afghanistan untuk meliput konflik Soviet-Afghanistan. Nulis dan kirim laporan langsung dari lapangan.

Pengacara mulai bawa Osborne 1 ke ruang sidang untuk buka-buka berkas. Akuntan pakai SuperCalc untuk hitung angka langsung di depan klien. Konsep kantor berjalan ini akhirnya jadi nyata.

Dari Nol ke $100 Juta dalam Dua Tahun

Unit pertama mulai dikirim Juni 1981. September 1981, hanya tiga bulan setelah launching, Osborne Computer sudah cetak penjualan $1 juta dalam sebulan.

Tahun 1982, mereka mengirim 10.000 unit per bulan. Revenue tahun pertama mencapai $73 juta, tahun kedua tembus $100 juta.

John Bunell, pendiri PC Magazine, PC World, dan Macworld, sempat bercanda bahwa ada tiga nama besar di industri komputer waktu itu: Bill Gates, Steve Jobs, dan Adam Osborne—nggak harus urut.

Kesuksesan Osborne 1 langsung memancing banyak peniru.

Kaypro II muncul tahun 1982 dengan harga sama tapi layar 9 inci. Compaq Portable hadir nggak lama kemudian dengan kompatibilitas IBM. Time Magazine mencatat ada lebih dari selusin model komputer portable di sebuah konferensi tahun 1982.

Osborne sadar harus segeraupgradeproduknya.

Akhir 1982, Osborne mulai mengerjakan dua produk penerus: Osborne Executive dan model yang lebih kecil bernama Vixen.

Januari 1983, Osborne membocorkan info soal produk-produk baru ini ke Wall Street Journal.

Ternyata ini jadi kesalahan fatal!

Dealer dan konsumen langsung berpikir, ngapain beli Osborne 1 kalau sebentar lagi ada yang lebih bagus? Pesanan berhenti. Stok menumpuk di gudang. Harga dipangkas, tapi nggak ada yang beli.

Osborne Executive akhirnya rilis April 1983 dengan harga $2.495 dan layar 7 inci. Tapi masih pakai CP/M di saat standar IBM PC sudah mulai mendominasi pasar.

Juni 1983, InfoWorld memberitakan krisis kas di Osborne Computer. Ratusan karyawan di-PHK. Pabrik di New Jersey ditutup. IPO yang sudah direncanakan dibatalkan.

13 September 1983, kurang dari dua setengah tahun setelah debut yang memukau di West Coast Computer Faire, Osborne Computer Corporation mengajukan pailit.

Osborne Effect, Pelajaran Bisnis Mahal

Adam osborne.

Cerita Osborne melahirkan istilah yang sampai sekarang masih dipakai di dunia bisnis dan startup: Osborne Effect.

Artinya mengumumkan produk baru terlalu awal bisa membunuh penjualan produk yang masih ada. Konsumen jadi menunggu, dan momentum hilang begitu saja.

Sebenarnya keruntuhan Osborne bukan cuma soal itu. Ada juga faktor teknologi yang ketinggalan zaman, persaingan ketat, dan ekspansi yang terlalu agresif. Tapi Osborne Effect jadi pelajaran paling penting.

Osborne nggak langsung menyerah meski bangkrut. Dia nulis memoar berjudulHypergrowth di tahun 1984, lalu mendirikan Paperback Software, perusahaan software murah di bawah $50. Tapi Lotus menggugat karena masalah “look and feel” spreadsheet-nya, dan pengadilan memenangkan Lotus. Selesai sudah.

Di tahun 90-an, Osborne masih coba beberapa venture lain, termasuk di bidang AI lewat perusahaan bernama Noetics. Tapi namanya sudah jauh dari sorotan publik.

Adam Osborne meninggal tahun 2003 di usia 64 tahun akibat komplikasi serangkaian stroke.

Osborne 1 sekarang ada di museum dan koleksi pribadi, dan kabarnya masih bisa nyala.

Tapi ada satu hal yang perlu diluruskan. Osborne sebenarnya bukan orang pertama yang kepikiran bikin komputer portable.

Jauh sebelum dia, IBM sudah merilis komputer portabel di tahun 1975, tapi beratnya 25 kilogram, nggak praktis sama sekali. Setahun kemudian,Alan Kay menciptakan Dynabook. Sama juga, nggak praktis. Tahun 1979, Bill Moggridge merancang GRiD Compass yang dipakai NASA, tapi harganya selangit, jauh dari jangkauan konsumen biasa.

Osborne melihat celah yang orang lain lewatkan. Komputer yang cukup ringan untuk dibawa, cukup kecil untuk disimpan, dan sudah dilengkapi software bawaan siap pakai.

Bukan idenya yang menjadikan Osborne penemu laptop komersial pertama di dunia, tapi kerja kerasnya untuk benar-benar mewujudkannya.

Dia juga yang mempopulerkan konsep bundling software, komputer dijual lengkap dengan aplikasinya. Konsep yang sekarang kita anggap normal di semua perangkat.

Siapa sangka, laptop yang kamu pakai sehari-hari sekarang ini, dengan layar jernih dan baterai yang tahan 10 jam, adalah cucu jauh dari sebuah koper beige seberat 11 kilo.

Tanpa Osborne yang nekat mewujudkan idenya itu, mungkin kamu sekarang masih baca artikel ini di depan komputer yang nggak bisa kemana-mana.

Leave a Comment

Leave a Reply