Ketika MTV yang ‘Membunuh’ Radio Star Akhirnya Ikut Tumbang

Ovan Obing
Ilustrasi: MTV tambah lama tambah kabur

Jersey Shore dan Kehancuran Total

Meski begitu, MTV nggak langsung mati. Mereka punya satu kejutan terakhir.

Program Jersey Shore debut tahun 2009, lagi-lagi reality show kehidupan ala rockstar. Mabuk-mabukan, berantem, pacaran, semuanya terekam kamera 24/7. Kontroversial pol. Bebeberapa sponsor sampai minta iklan mereka nggak tayang di sela acara itu, kayak Dell, Domino’s, dan American Family Insurance.

Tapi orang-orang nonton. Jersey Shore jadi begitu populer sampai mereka bikin versi internasional, Geordie Shoredi Inggris, Acapulco Shoredi Meksiko, Gandia Shore di Spanyol. Jalan enam musim dan tuntas di 2012 dengan rating yang terus menurun.

Kerusakan sudah terjadi. MTV sekarang dikenal sebagai rumah trash reality TV, bukan musik. Program seperti Teen Mom, Catfish, dan Ridiculousness diputar berkali-kali tiap hari. Inilah MTV tahun 2010-an.

Ironinya? Ridiculousness yang pada dasarnya cuma muter video viral internet sambil ngasih komentar, jadi salah satu show paling laris MTV. Ditiru di sini juga, kan?

Angka-angka membuktikan kejatuhan ini. Penonton VMA anjlok lebih dari 50% pada 2012, turun terus sampai jadi 1,93 juta pada 2019. Tahun 2023, cuma 913 ribu orang Amerika yang nonton VMA langsung di MTV. Per November 2023, MTV tersedia untuk sekitar 67 juta rumah tangga. Padahal tahun 2011 masih di angka 99 juta. Sampai 30 September 2025, MTV jadi channel paling populer ke-47 di TV, ditonton total 143 ribu orang selama primetime.

Internet Killed the TV Star

Dan sekarang, kabar yang nggak mengejutkan, Paramount Global sudah nutup permanen lima channel televisi musik ikoniknya sejak 31 Desember 2025. MTV Music, MTV Hits, MTV Base, MTV Classic, dan VH1 Classic sudah RIP. Sisanya cuma MTV HD, tapi fokusnya sudah beralih dari video musik ke reality dan entertainment show.

Alasannya simpel, nggak jauh-jauh dari soal keuangan. TV secara keseluruhan sudah kalah telak sama dominasi platform streaming dan media sosial. Video musiknya sendiri nggak mati, justru semakin jaya. Dari 10 video dengan estimasi penonton terbanyak sepanjang masa di YouTube, semuanya adalah video musik. Ya, meski lima di antaranya lebih dikategorikan sebagai video hiburan edukasi buat anak-anak, sejatinya masih video musik juga, cuma beda segmen.

  1. Baby Shark Dance Pinkfong Baby Shark ~16,6 Miliar
  2. Despacito Luis Fonsi ft. Daddy Yankee ~8,9 Miliar
  3. Wheels on the Bus Cocomelon – Nursery Rhymes ~8,4 Miliar
  4. Bath Song Cocomelon – Nursery Rhymes ~7,3 Miliar
  5. Johny Johny Yes Papa LooLoo Kids ~7,1 Miliar
  6. See You Again Wiz Khalifa ft. Charlie Puth ~6,9 Miliar
  7. Shape of You Ed Sheeran ~6,6 Miliar
  8. Phonics Song with Two Words ChuChu TV ~6,3 Miliar
  9. Uptown Funk Mark Ronson ft. Bruno Mars ~5,7 Miliar
  10. Gangnam Style PSY ~5,7 Miliar

Kesimpulan simpelnya, artis dan label rekaman masih rela bikin video musik dengan budget gila-gilaan. Bedanya? Mereka sudah nggak butuh MTV.

Waktu The Buggles bilang “video killed the radio star,” mungkin mereka nggak kepikiran kalau ternyata internet sudah membunuh MTV yang bikin lagu mereka jadi legenda. Musik sekarang sudah nggak lepas dari platform digital. Musisi bisa langsung upload video ke YouTube, Instagram, TikTok, langsung ke audiens tanpa perantara. Vevo yang bisnis video musik di YouTube saja sudah drop sekarang, apalagi MTV? Model MTV udah nggak relevan.

Tapi, meskipun sekarang sudah nggak kayak dulu lagi, warisan MTV nggak bisa dimungkiri. Channel ini sukses mengubah cara dunia mengonsumsi musik, jadi bukti bahwa visual sama pentingnya dengan audio. Lagipula, sekarang sudah ada MBG TV yang mungkin nggak mengubah posisi MTV, tapi bisa jadi juga akan sukses mengubah cara dunia mengonsumsi menu makan bergizi gratis.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan