• About Us
  • Beranda
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Konten
Thursday, February 5, 2026
hipkultur.com
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi
No Result
View All Result
hipkultur.com
No Result
View All Result
Home Pelesir

Masakan Minang yang Jarang/Nggak Ada di Warung Nasi Padang

Hipmin by Hipmin
4 November 2024
in Pelesir
0
Ilustrasi: label rumah makan padang

Ilustrasi: label rumah makan padang

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan di WABagikan di TelegramBagi ke FBBagi ke X

“Bukan orang Minang dilarang dagang Nasi Padang,” kata berbagai headline berita dan konten media sosial yang hangat seminggu terakhir.

Ini terkait dengan “razia” Ormas yang mencopot tulisan Masakan Padang di sebuah rumah makan nasi Padang murah di Sukadana, Pabuaran, Cirebon. Alasan mereka simpel, karena harga murah yang ditawarkan warung ini nggak sesuai standar.

“Kami tidak melarang orang dari luar Minang berjualan Nasi Padang. Tapi, kalau harganya Rp 9.000 dengan ayam, itu terlalu murah. Bukan soal siapa yang berjualan, tapi agar persaingan tetap sehat dan semua pedagang bisa untung,” kata Penasehat Perhimpunan Rumah Makan Padang Cirebon (PRMPC), Erlinus Tahar, Selasa (29/10/2024) dikutip dari detik.com.

Lalu netizen banyak yang geram, karena melihat peristiwa itu sebagai bentuk persaingan dagang yang kurang sehat.

Sedikit Info Soal Warung Nasi Padang

Ngomong-ngomong soal kesehatan, aneka menu di rumah makan nasi padang juga sering dinilai kurang sehat. Soalnya, masakan-masakannya tinggi lemak dan kolesterol. Dan itu nggak baik buat kesehatan, kalau kebanyakan.

Tapi, menurut Dr. Ari Fahrial Syam dari UI, daun singkong rebus yang selalu jadi kondimen gratisan nasi padang bisa mengurangi kadar kolesterolnya.

Nah, selain daun singkong rebus dan sambal hijau, nasi padang juga identik dengan aneka menu, seperti rendang, gulai otak, ayam pop, cincang daging, tunjang, sayur nangka, dan lain-lain, semuanya makanan khas negeri Minangkabau, Sumatera Barat.

Tapi selain menu-menu itu, masih banyak masakan Minang lain yang jarang atau bahkan nggak ada di rumah makan padang. Kira-kira apa saja?

Baluik Balado

Baluik artinya belut, balado artinya cabai merah keriting. Bahan dasarnya belut yang digoreng sampai cukup kering. Dipadukan dengan cabai merah keriting ditumbuk hancur bersama bumbu rempah yang digoreng. Kombinasi belut dan sambalado ini cocok dinikmati bersama nasi hangat.

Samba Lado Tanak

Mirip dengan kari, tapi diberi banyak cabai merah, sehingga kuah bumbu santannya berwarna oranye. Sementara isiannya bisa berupa telur, telur puyuh, ikan teri, baik salah satu maupun kombinasi semuanya, dengan tambahan jengkol.

Itiak Lado

Itiak artinya itik atau bebek. Pada masakan ini, bebek digoreng garing sebelum disiram dengan bumbu pedas lado. Tapi, kalau dua menu sebelumnya pakai cabai merah, itiak lado menggunakan cabai hijau, sehingga lebih nggak pedas.

Gulai Tambunsu

Gulai tambunsu, tambusu, atau gajeboh terbuat dari usus sapi yang dipotong pendek-pendek, lalu di dalamnya diisi adonan telur, tahu, tempe, atau kentang. Ini disajikan dengan kuah santan berwarna kuning yang rasanya pekat karena bumbu rempah yang melimpah.

Kalio Daging

Kalio sebenarnya masih golongan rendang, sama-sama penuh rempah dan bersantan. Tapi proses masak kalio lebih singkat, yang bikin santannya nggak terlalu menguap, sehingga kuahnya lebih banyak. Menu ini berupa daging sapi berbumbu merah kecokelatan yang meresap.

Sate Padang

Masakan Minang khas yang satu ini sebenarnya mudah ditemukan, tapi bukan di rumah makan padang, melainkan di warung tersendiri. Sate padang terbuat dari daging sapi, lidah, dan atau jerohannya, dengan bumbu rempah pedas yang bercampur tepung beras.

Palai Rinuak

Ini adalah hidangan mirip pepes ikan dengan balutan kelapa parut yang masaknya diasapkan. Ikan yang dipakai di sini adalah ikan rinuak, ikan kecil yang hanya bisa ditemukan di Danau Maninjau. Nggak heran kalau jarang ditemukan di warung nasi padang, terutama di Pulau Jawa.

Ampiang Dadiah

Menu satu ini lebih bergizi dan menyehatkan daripada yang lain di atas. Terbuat dari fermentasi susu kerbau (dadiah), dicampur ketan dan kelapa parut. Rasanya segar dan sedikit asam, sebenarnya cocok dikonsumsi sebagai kudapan sehat, atau jadi makanan penutup setelah asupan kolesterol di warung nasi Padang.

Tags: kulinermakananTravel
Previous Post

Umbu Landu Paranggi, Mahaguru Para Penyair Tanah Air

Next Post

Narcissistic Personality Disorder (NPD): Bro Merasa Dirinya Pusat Dunia

Next Post
Ilustrasi NPD, orang asik melihat bayangannya.

Narcissistic Personality Disorder (NPD): Bro Merasa Dirinya Pusat Dunia

Please login to join discussion

Daftar Putar

Recent Comments

  • Bachelor of Physics Engineering Telkom University on Simak Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli Berikut Ini
  • Ani on Simak Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli Berikut Ini
  • About Us
  • Beranda
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Konten

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.