• About Us
  • Beranda
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Konten
Thursday, February 5, 2026
hipkultur.com
  • Login
  • Register
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi
No Result
View All Result
hipkultur.com
No Result
View All Result
Home Kolab

Perkenalkan Cookie, Musiknya Bikin Mimpi di Tengah Hari

Musik Indonesia by Musik Indonesia
5 April 2024
in Kolab
0
cookie-romantic tragedy

Cookie dalam suatu sesi fotografi

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan di WABagikan di TelegramBagi ke FBBagi ke X

Bagaimana jika siang harimu diisi dengan asupan-asupan dreamy? Kalau kamu mengira bahwa semangatmu akan berubah kendor, coba dengarkan Cookie, band muda belia dari -sebentar lagi mantan- ibu kota Jakarta.

Grup beranggotakan 4 pemuda ini membawakan sound-sound dreamy yang basah reverb. Nuansanya campur aduk, ada elemen rock, jazz, psychedelic, bahkan gospel, serta tentunya dreampop.

Terbentuk pada 2001, butuh tiga tahun lamanya, sampai kemudian mereka melahirkan komposisi lima lagu. Semuanya dimuat dalam EP debut berjudul Romantic Tragedy yang dinamis dan direkam dengan ciamik. Ceritanya, Romantic Tragedy ini tentang seorang anak muda, yang mengambil keputusan penting dalam hidupnya, sebagai pengalaman cinta dan tragedi.

Lima lagu, dua di antaranya adalah cover-version tembang Jazz Standards. Yakni “Naima” dari John Coltrane dan “Blue In Green/Will Fall” dari Miles Davis dna Bill Evans. Sementara, tiga trek lainnya adalah karya original Cookie, yakni “My Slow Kiss”, “Blue”, dan “Mary Jane”

Gian van den Bos (gitar, vocal,bass), Indrayadi Ganefi (gitar, backing vocal), Akira Widyantara (keys, backing vocal), dan Yogi Gerry (drums, backing vocal) mengerjakan sepenuhnya EP pertama ini.

Tapi, mereka juga dibantu Upi Maajid sebagai sound engineer dalam proses mixing dan mastering. Lalu kolaborasi dengan Muhammad Gilang Agitama pada bass di lagu “Naima”. Serta Nadine Makalew di bidang vokal pada trek “Blue In Green/Will Fall”.

Sementara di sektor artwork, EP dengan vibes melankolis ini diterjemahkan secara visual oleh Bruno Oktavian.

Tags: indiemusik
Previous Post

hipKultum #12: Nabi Ayub yang Super Sabar Hadapi Ujian Super Berat

Next Post

hipKultum #13: Nabi Syuaib & Kaum Madyan yang zab

Next Post
hipKultum #13: Nabi Syuaib & Kaum Madyan yang zab

hipKultum #13: Nabi Syuaib & Kaum Madyan yang zab

Please login to join discussion

Daftar Putar

Recent Comments

  • Bachelor of Physics Engineering Telkom University on Simak Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli Berikut Ini
  • Ani on Simak Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli Berikut Ini
  • About Us
  • Beranda
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Konten

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kultur Pop
  • Isu
  • Trivia
  • Profil
  • Fit & Zen
  • Cuan
  • Pelesir
  • Ekspresi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.