“Your Mother, Your Mother, Your Mother” Film Kontradiksi Hadis Nabi

Hipmin
By
Hipmin
salah satu elemen di poster film your mother

Ada satu film yang lagi banyak diantisipasi rilisnya sekitar 1-2 bulan terakhir, judulnya Your Mother, Your Mother, Your Mother. Frasa yang dipakai di judul ini familiar buat orang Indonesia yang mayoritas muslim–dan bisa bahasa Inggris. “Ibumu, ibumu, ibumu,” kutipan dari salah satu perkataan Nabi yang cukup sering terlontar di forum-forum, baik dakwah maupun bukan.

Your Mother, Your Mother, Your Mother disutradarai seorang muslim, begitu juga pemeran utamanya. Sutradaranya Bassam Tariq yang kelahiran Pakistan, sekarang berkarir di AS. Pemeran utamanya Mahershalalhashbaz Gillmore dari California, AS yang mualaf lalu ganti nama dan populer dipanggil Mahershala Ali. Selain dia, ada Giancarlo Esposito, John Cho, Tramell Tillman, dan Adia yang tercatat jadi aktor di film produksi Amazon MGM dan Orion Pictures ini.

Menariknya, film yang baru premier di TIFF (Toronto International Film Festival) ini gaya pendekatannya beda sama film-film bertema religius–khususnya Islam–garapan Hollywood sebelumnya. Ceritanya tentang seorang bapak-bapak muslim yang hitman (pembunuh bayaran), punya tiga anak, dan menduda setelah istrinya meninggal duluan.

Dari gambaran karakter itu saja, mungkin kamu sudah bisa bayangkan gimana konfliknya. Antara iman, tanggung jawab dan kewajiban, juga kenyataan yang nggak bisa dihindari, menguji nyali sekaligus kecerdasan emosi. Seorang ayah single-parent merawat tiga anak sendirian. Mencukupi nafkah keluarga dengan cara yang fix dinilai negatif sama norma. Sementara dia juga punya keyakinan spiritual yang dalam, diiringi ketakutan soal karma dari perbuatannya, terutama kalau ternyata menyasar anak-anaknya.

Nah, dari situ juga kelihatan gimana kontradiktifnya film ini kalau dipahami sebelum nonton full-nya. Sesederhana judulnya yang bawa-bawa “ibu”, tapi peran ibu justru diganti sama bapak tunggal. Terus, karakter Latif (Mahershala Ali) yang muslim taat tapi kerja jadi pembunuh bayaran. Juga kombinasi antara profesionalisme pendekar pedang dan kelembutan orang tua yang rasanya bertolak belakang.

Cerita itulah yang kalau kata Brian Tallereco dari Rogerebert.com bisa bikin John Wick bergidik. Soalnya, alasan bertarung si Latif lebih “mulia” dan “bernilai” dibanding John Wick yang urusannya dendam pribadi.

“Ini adalah perpaduan agama dan kekerasan, iman dan apa saja yang mungkin diperlukan buat melindungi kepercayaan itu. Pembunuh bayaran berjubah yang gulat di bawah wastafel kotor adalah Latif, yang diperankan sangat serius oleh pemenang Oscar dari “Moonlight” dan “Green Book,” tulis Brian.

Sejauh ini, mayoritas kritikus menyambut hangat Your Mother, Your Mother, Your Mother. Skor ulasannya terbilang bagus di beberapa situs rujukan film populer, kayak IMDb, Rotten Tomatoes, dan Metacritic. Khusus di Rotten Tomatoes, bahkan film ini dapat skor 100% sebelum rilis resmi ke publik pada 9 Oktober mendatang. Makanya, kami rekomendasikan film drama-aksi-kriminal ini di daftar tonton kamu berikutnya.

TAGGED:
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan