
Perasaan tersebut dibaca oleh Anxiety yang akhirnya mencoba mengambil alih keputusan Riley tanpa mempikirkan jati dirinya yang sebenarnya.
Di lingkungan baru, Riley mati-matian menyesuaikan diri agar bisa gabung dengan tim hockey populer. Sampai dia tak menghiraukan dua sahabatnya yang akan pindah.
Kontrol dari Anxiety menghasilkan ingatan dan emosi negatif dalam diri Riley. Dia justru semakin kebingungan mengambil keputusan.
Joy, Sadness, Fear, Anger, dan Disgust pun berusaha keras untuk mengembalikan jati diri Riley. Tapi selalu dihalangi oleh tim emosi baru yang dipimpin Anxiety itu. Mereka bahkan dikurung agar nggak terlibat dalam kontrol emosi Riley.
Memang sih, mengendalikan emosi negatif jadi tantangan besar buat para remaja. Sebuah gambaran realistis betapa sulitnya mengelola emosi yang beragam.
Tapi pada akhirnya, Joy dkk berhasil kembali ke ruang kontrol. Riley jadi belajar bahwa setiap emosi, meskipun negatif, punya peran penting di kehidupan ini.
Para penasihat ilmiah film ini, seperti Dachner Keltner dan Mac Brackett dari Yale Center for Emotional Intelligence, menjelaskan bahwa meskipun kecemasan atau anxiety kadang tidak menyenangkan dan sulit dikendalikan, dalam dosis yang wajar, kecemasan dapat membantu kita memperhatikan, mengingat detail, dan menghindari bahaya.
Dari film ini kamu juga bisa belajar bahwa menyeimbangkan emosi akan jauh lebih baik, ketimbang mencoba menekan atau mengusir emosi tersebut.
Dipandang dari sisi positif, Anxiety bisa membuat kamu lebih waspada, Ennui bisa mendorongmu mencari hal baru, Embarrassment mengajarkan kerendahan hati, dan Envy memotivasi untuk menjadi lebih baik.
Dengan memahami dan menerima setiap emosi, remaja bisa belajar tumbuh menjadi individu yang lebih matang dan seimbang. Tapi nggak cuma remaja sih, bisa jadi berlaku juga untuk orang lebih dewasa yang lagi mengalami quarter life crisis.
Lisa Damour, seorang psikolog klinis yang juga penasihat film ini, juga bilang kalau berlatih menyayangi diri sendiri adalah kunci untuk mengatasi emosi negatif.
Inside Out 2 memang punya visual warna-warni yang sangat menarik dan ramah anak. Tapi sebenarnya bisa jadi sentilan buat para orang dewasa.
Jadi, rasa-rasanya film ini bukan cuma animasi yang menghibur, tapi juga menyisipkan pelajaran berharga tentang pentingnya kesehatan emosional seseorang.
Kalau kamu menangkap dengan baik, setelah nonton film ini, mungkin pandanganmu terhadap diri sendiri dan sekitar akan sedikit berbeda. Sebaiknya begitu.




