Setelah delapan tahun jalan sebagai Angkasara, kuartet ini resmi rebrand jadi trio bernama Rumi sejak Januari 2026. Formasi barunya diisi Agnesia Puji Karisma Putri/Agnes (vokal), Pramatatya Marta Mahendra/Tata, dan Mohamad Isra’ Ardiansyah/Bom Bom. Rilis 4 September 2026, maxi single self-titled “RUMI” jadi perkenalan resmi mereka ke publik, bisa didengar di semua platform streaming.
Awalnya, akhir 2025, ketiganya sempat mau ganti arah musik ke city pop tapi tetap pakai nama Angkasara. Setelah dapat banyak masukan, mereka putar haluan total: ganti musik sekaligus ganti nama. Dari situ lahir “Rumiko”, yang belakangan disingkat jadi Rumi. Maret 2026, mereka lempar demo perkenalan “hi! Rumiko” di Bandcamp, sebelum akhirnya “RUMI” jadi rilisan resmi pertama.
“Melalui maxi single ini, kami mencoba berkenalan dengan teman-teman audiens. Musik kami menggabungkan pop dengan berbagai aliran lain seperti city pop, R&B, soul, jazz, dan lainnya. Karena itu, mungkin kami bisa menyebut musik yang kami bawakan sebagai pop kreatif,” ujar Agnes.
Salah satu lagu di maxi single ini, “Irama Lantai Dansa”, nyelipin sedikit unsur salsa dengan lirik yang santai. “Yang penting, jangan lupa ikut berdansa,” tambah Agnes.
Selain city pop Jepang dan pop kreatif Indonesia, Rumi juga eksplorasi gitar funk serta sentuhan jazz dan disco. “Berbagai pengaruh tersebut kami olah dan sesuaikan dengan karakter Rumi, sehingga menghasilkan warna musik yang kami rasa cukup merepresentasikan Rumi untuk saat ini,” jelas Tata.
Pengerjaan maxi single ini jalan bareng produksi album perdana Rumi yang dimulai Januari 2026 lewat workshop bareng produser Decky Anugrah Pratama Putra dan KVLTURA LAB. Dalam satu hari, mereka berhasil nulis sembilan lagu — sebagian besar dari cerita personal masing-masing personel yang lalu dirangkum jadi satu karakter bernama RUMIKO. Delapan dari sembilan lagu itu akhirnya lolos masuk album.
“Untuk pertama kalinya kami kembali berkumpul dalam satu waktu dan tempat dengan visi yang sama untuk mengerjakan album pertama Rumi. Prosesnya spontan dan menyenangkan, jadi pengalaman baru sekaligus mengembalikan keseruan bermusik bareng setelah Angkasara hiatus,” kata Bom Bom.
Proses lanjut ke final guide dan rekaman instrumen serta vokal di Paraduta Record (Februari–April 2026), lalu editing, mixing, dan mastering di RA2 Studio (Mei–Agustus 2026).
Setelah maxi single ini, album penuh Rumi lagi masuk tahap mixing dan mastering.
“Setelah itu kita berencana juga untuk tour, tapi titiknya masih belum bisa dipastikan. Sisanya yang mungkin sudah terbayangkan yaitu bikin merch, live session full album, dan yang pasti akan ada showcase full album,” tutup Bom Bom.
