in ,

PDNS Diretas, Harusnya Pemerintah Konsultasi ke Orang-Orang Ini

Ilustrasi: peretas, pembobol, hacker, cracker, jaringan sistem, komputer, teknologi, digital internet, dll
Ilustrasi: aktivitas peretas, pembobol, hacker, cracker, jaringan sistem, komputer, teknologi, digital internet, dll

Peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Surabaya yang heboh itu, memunculkan sejumlah nama populer. Pertama Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia. Kedua, Hinsa Siburian, mantan tentara yang kini mengepalai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sebenarnya ada nama ketiga yang menurut hipmin harusnya juga ikut populer. Tapi ternyata tidak.

Mungkin karena pengucapan atau penulisannya sulit, khususnya buat mereka yang kurang familiar.

Dia adalah Dmitry Yuryevich Khoroshev. Lumayan, bukan?

Warga Rusia berusia 31 tahun ini adalah pengembang ransomware LockBit. Seperti diketahui, peretasan kemarin disebabkan suntikan virus ransomware LockBit 3.0, diduga oleh kelompok hacker bernama Brain Cipher.

Memang, tidak bisa dipastikan kalau Dmitry adalah pelaku peretasan sistem PDNS. Ketika komplotan peretas mengirimkan permintaan maaf kepada warganet bagian Indonesia, tidak tertulis pula nama Dmitry Yuryevich Khoroshev. Lagipula, emang boleh?

Hari ini, Rabu (3/7/2024), kabarnya Brain Cipher mau bagi-bagi kunci untuk membuka enskripsi data PDNS yang sudah mereka retas. Tanpa tebusan, kecuali donasi ke wallet kripto lewat kode token. Elegan, sekaligus mempermalukan.

List Hacker Paling Maut di Dunia

Sekarang, kita tinggal tunggu kapan Brain Cipher memenuhi janjinya. Sambil menunggu, kamu bisa lanjut baca tulisan ini, kalau mau. Masih soal retas-meretas sistem komputer dan jaringan, hipmin mau bikin list nama-nama hacker maut terpopuler di dunia. Apa ada yang dari Indonesia? Dibaca saja dulu.

Dr. Charlie Miller

Dr. Charlie Miller disebut Em360tech sebagai salah satu peretas terbaik dunia. Populer karena sukses mengambil alih kontrol sebuah unit mobil Jeep Cherokee 2014 dari jarak 16km, bersama rekannya, Chris Valasek.

Ia juga disebut sebagai orang pertama yang meretas ponsel Android dan iPhone. Menemukan celah rawan pada App Store, iPhone, dan MacBook Air, yang kemudian membantu Apple untuk melakukan perbaikan keamanan besar-besaran pada produk-produknya.

Robert Tappan Morris

Robert Tappan Morris mengembangkan worm, singkatnya yaitu program virus/malware yang bisa merusak komputer lewat koneksi jaringan.

Sebuah artikel FBI menyebut kalau virus bernama Morris Worm bikinan Robert menginfeksi sekitar 6 ribu komputer di seluruh Amerika Serikat. Termasuk sistem di Universitas Harvard, Princeton, Stanford, Johns Hopkins, hingga NASA.

Sekadar catatan, kejadiannya itu tahun 1988, sebelum World Wide Web (www) ditemukan, dan cuma ada 60 ribu unit komputer di seluruh AS.

Michael Calce

Februari 2000, Michael Calce masih berusia 15 tahun saat meretas jaringan komputer milik 30 universitas tanpa siapa pun tahu. Lalu menggunakan sumber daya itu untuk mengganggu situs-situs, seperti Yahoo, eBay, Amazon, Dell, CNN, dan berhasil.

Secara teknis, hacker dengan nama tenar Mafiaboy ini menerapkan serangan ringan. Tapi yang dia lakukan untuk mengambil sumber daya kampus dan melakukan serangan masif, itu yang membuatnya mustahil dianggap remeh.

Mathew Bevan dan Richard Pryce

Bevan (kiri) & Pryce (kanan)

Duo peretas Inggris, di dunia maya, mereka dikenal sebagai Kuji (Bevan) dan Datastream Cowboy (Pryce). Punya dedikasi untuk membuktikan kerentanan sistem komputer militer.Tahun 1996, mereka meretas jaringan militer Pangkalan Angkatan Udara Griffis, Badan Pertahanan Sistem Informasi (DISA) AS, dan Institut Riset Atom Korea (KARI).

Pembobolan ke KARI bahkan disebut-sebut hampir memicu Perang Dunia III. Karena mereka mengirimkan hasil penelitian KARI ke jaringan komputer milik Amerika Serikat. Buka-buka rahasia.

Kevin Poulsen

Pada usia 17 tahun sudah meretas ARPANET, jaringan komputer Pentagon. Tertangkap tetapi tidak dihukum, 5 tahun kemudian meretas komputer pemerinah federal dan mengungkap berkas tentang Ferdinand Marcos, mantan presiden Filipina.

Ketahuan lagi, Kevin menghindar kejaran pihak berwenang dan bersembunyi. Dalam persembunyiannya ia terus meretas dan mengungkap banyak dokumen rahasia pemerintah. Juga sukses memenangkan kontes radio berhadiah mobil Porsche, paket liburan, dan uang tunai 20 ribu dollar, yang kemudian membuatnya tertangkap.

Gary McKinnon

Pembobolan sistem komputer militer terbesar dalam sejarah dilakukan oleh orang ini. Tujuannya cukup unik, yakni untuk membuktikan keberadaan UFO, serta mengungkap teknologi antigravitasi dan energi gratis yang akan bernilai bagi umat manusia.

Gary McKinnon diketahui pernah meretas jaringan komputer NASA dan Pentagon. Hacker asal Inggris ini juga berhasil membobol sistem Angkatan Darat, Laut, dan Udara Amerika Serikat dan membuat mereka rugi besar.

Adrian Lamo

Adrian Alfoso Lamo Atwood, hacker yang ditakuti industri media arus utama. Pada tahun 2001, Adrian Lamo yang berusia 20 tahun mengubah sebuah artikel di Reuters, lewat sistem manajemen konten Yahoo yang tidak terlindungi.

Ia suka mengumumkan editan artikel “jalur belakang”-nya kepada korban dan pihak pers. Termasuk ketika ia meretas  The New York Times dan menambahkan namanya dalam rujukan ahli. Peretas yang meninggal dunia tahun 2018 ini mendapat julukan “The Homeless Hacker” karena suka hidup nomaden.

Albert Gonzalez

Peretas terbesar di sektor finansial, pertama kali berkiprah lewat penipuan kartu debit. Lalu mengembangkan keterampilannya hingga sukses mencuri data ratusan juta kartu kredit. Menurut laporan BBC, jumlahnya mencapai 130 juta data.

Memakai data-data tersebut, Albert Gonzalez bersama timnya diketahui melakukan pencurian dari TJX. Konon, nominal uang yang diperoleh dari pembobolan itu sebesar 250 juta dollar, atau sekitar Rp4 triliun. Itu belum termasuk pencurian dari perusahaan finansial lainnya.

Julian Assange

Baru saja bebas dari penjara akibat skandal Wikileaks yang pernah bikin heboh karena membocorkan dokumen rahasia invasi AS di kawasan Timur Tengah. Akibatnya, pria asal Australia ini dikejar-kejar sejumlah pemerintah, hingga dipenjara pemerintah Inggris sejak 2019.

Keluar tahanan 24 Juni kemarin, ia terbang ke AS untuk mengurus pengadilan kasus spionase tuduhan pemerintah AS. Ia mengaku bersalah atas tuntutan tersebut, tetapi tidak dihukum penjara, melainkan dipulangkan ke kampung halaman. Meski lebih populer sebagai jurnalis, Julian Assange punya latar belakang hacker, sehingga masih pas masuk dalam daftar ini.

Kevin Mitnick dan Tsutomu Shimomura

hacker terpopuler dunia yang pernah berseteru, Kevin Mitnick (kanan) & Tsutomu Shimomura (kiri)
Tsutomu Shimomura (kiri) & Kevin Mitnick (kanan)

Kevin Mitnick adalah hacker dunia hitam yang beralih ke dunia putih. Pernah meretas NORAD, menyalin data produk milik Digital, sistem voicemail Pacific Bell, dan komputer di puluhan perusahaan lain, tanpa tujuan khusus selain iseng. Kasus-kasus itu membuatnya jadi buronan paling dicari FBI.

Sementara itu, Tsutomu Shimomura, ahli keamanan siber yang akhirnya dipekerjakan FBI untuk memburu Mitnick. Tsutomu membantu FBI sekaligus untuk balas dendam, karena komputernya pernah diretas oleh Mitnick. Dan ia berhasil.