in ,

Penyanyi Ini Cuma Rilis 1 Album Semasa Hidupnya, Tapi Sukses Melegenda

Jeff Buckley on stage at Wetlands, New York, in 1994, the year ‘Grace’ was released. (Steve Eichner/Getty Images)

Di umur berapa kamu tahu ‘Kempot’ di nama Didi Kempot itu adalah kepanjangan dari ‘Kelompok Penyanyi Trotoar’? Kalau yang sudah tahu, ya sudah. Kalau baru tahu, ya nggak papa. Nggak harus semua kamu cepat tahu.

Katanya orang-orang bijak, hidup bukan perlombaan. Ya memang. Ada yang masih muda sudah sukses duluan. Ada yang sampai sekarang masih aja otw sukses. Ada yang baru mentereng di puncak karir, tapi keburu dipanggil Yang Maha Kuasa. Umur memang nggak ada yang tahu~

Persis seperti nasib musisi legend yang terkenal dengan cover lagu “Hallelujah”-nya Leonard Cohen, Jeff Buckley. Sampai pada akhir hayatnya di usia ke-30 tahun, Jeff baru sempat rilis 1 album studio saja.

Padahal waktu itu, karirnya lagi bagus-bagusnya. Almarhum juga sedang dalam proses menggarap album keduanya. Jadi cerita lumayan lengkapnya begini:

Jeffrey Scott Buckley itu memang anak pasangan musisi. Ibunya, Mary Guibert, dikenal sebagai seorang pianis klasik. Ayahnya, Tim Buckley, seorang penyanyi, gitaris, penulis lagu tahun 60-70an. Jadi kira-kira, bakatnya sebagai musisi sudah ditakdirkan sejak dalam rahim lah.

Jeff lahir tanggal 17 November 1966 di Anaheim, California, Amerika Serikat. Pas di tahun itu, papanya juga merilis album pertamanya. Tapi beberapa bulan sebelum Jeff lahir, mama papanya sudah bercerai. Jadi, Jeff nggak pernah punya kesempatan belajar nyanyi langsung sama sang papa.

“Saya nggak pernah kenal akrab sama beliau. Pernah ketemu pas umur 8 tahun. Kami kesana, dia sedang bekerja di kamarnya, jadi ya ngobrol aja susah,” kurang lebih gitu kata Jeff waktu diwawancara The New York Times tahun 1993.

Dua bulan setelah pertemuan itu, papanya dikabarkan meninggal dunia karena overdosis heroin, morfin, dan alkohol. Ibunya menikah lagi dengan Ron Moorhead. Dulu sampai umur 10 tahun bahkan si “Jeff Buckley” ini dikenal sebagai “Scott Moorhead.”

Ensiklopedi Musik Jeff

Tapi meski tanpa bimbingan ayah kandungnya, bakat bermusik Jeff sudah kelihatan alami sejak kecil. Dia senang sekali eksplorasi alat-alat musik di rumahnya. Wawasan musiknya juga didapat dari neneknya, Anna.

Sejak kecil nenek Anna banyak menjejali Jeff musik-musik latin gitu. Bahkan di sekolah, pelajaran favorit Jeff adalah cello. Bahkan lagi, benda favoritnya semasa kecil adalah kaset band prog-rock Rush dan empat album solo Kiss. 

Tumbuh besar di Orange County pada tahun 70-an, Jeff mulai terobsesi dengan teatrikalitas progresif dari Styx, Yes, dan Genesis. Jeff kemudian serius menjadi musisi dan kerap jamming dengan band-band reggae dan pop metal. Dia juga menjadi penulis lagu bayaran.

Namanya makin dikenal saat dia sering manggung di bar sekitaran New York. Eksplorasi Jeff di dunia musik saat itu gila-gilaan. Dia sering mengcover lagu Nina Simone, Billie Holiday, Bob Dylan, Edith Piaf, Leonard Cohen, bahkan sampai ke Nusrat Fateh Ali Khan – penyanyi unik aliran sufi qawwali berkebangsaan Pakistan.

Ilustrasi: balita naik gunung

Balita Naik Gunung, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

cr: iStock Photo

Ada Meteor Jatuh ke Bumi, Haruskah Kita Ngungsi?