Float Rilis EP “Constant Changes”, Jelajahi Filosofi Luka Lewat Single ‘Yang Kembali Pulih’

Musik Indonesia
Float rilis EP Constant Changes

Float baru saja merilis EP baru berjudul Constant Changes, setelah sekian tahun nggak mengeluarkan karya baru. Rilisan ini dipublikasikan lewat ‘trailer’ berupa single “Yang Kembali Pulih” yang sudah lebih dulu diperdengarkan.

Sudah tersedia di semua platform streaming sejak 4 September 2026, Constant Changes sebenarnya mulai digarap pasca-pandemi 2023 lalu. Bawa konsep soal resiliensi seseorang dalam mengobati luka atau hal-hal di luar kontrol.

“Berangkat dari kata ‘bilur’ atau bekas luka. Luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit,” kata Hotma “Meng” Roni Simamora, vokalis Float.

Dari situ, single “Yang Kembali Pulih” jadi trek utama yang jadi penjelas konten keseluruhan di EP ini. Bukan tentang happy ending instan, tapi lebih ke proses yang dijalani.

Narasi itu muncul juga di departemen komposisi dan aransemen. David Qlintang (gitar), menjelaskan kalau pendekatan yang dia pakai kali ini melibatkan proses kreatif yang dipandu oleh tema dan ritme.

“Isian gitar di EP kali ini hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagu. Khususnya di ‘Yang Kembali Pulih’, isiannya sudah kelihatan utuh—semangat, optimis,” katanya.

Sementara dari sisi bass, Binsar Tobing juga cerita tentang eksperimen sound yang memang disengaja.

“Lagu ini berawal dari voice note Meng di tahun 2021. Gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagu terasa kokoh menghantam keraguan,” Binsar menjelaskan.

Begitu juga Timur Segara (drum), yang coba eksperimen dengan komposisi yang lebih liar dari biasanya.

“Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses ‘kembali pulih’ dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi. Pukulan drum yang liar tadi justru jadi sesuatu yang paling mewakili spirit perjuangan untuk bangkit,” jelas Timur.

Meliringi perilisan EP, Float juga bikin event bertajuk “Float to Nature”, Acara 3 hari 2 malam ini, selain buat merayakan rilisan baru, juga ngasih tempat Float buat interaksi langsung dengan Floatmates (sebutan untuk penggemar mereka). Acara ini digelar barengan sama perilisan EP Constant Changes awal September lalu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan