Kalo dikira wibu cuma pamer merch sama cosplay pas event, ternyata jauh lebih deep dari itu. Laporan paling baru dari Dukcapil bikin agak kaget. Dari data yang tercatat, ada sekitar 190 WNI yang secara resmi punya nama Uzumaki di dokumen kependudukannya. Nama klan ninja legendaris dari serial anime Naruto itu beneran tertulis di KTP, KK, sampai akta kelahiran ratusan orang di Tanah Air.
Tren ngasih nama bertema kultur pop atau anime kayak gini emang bukan cerita baru. Kalo ortu-ortu tahun 80-90-an masih bau-bau tokoh sinetron, ortu-ortu milenial/Gen Z sekarang makin berani mengekspresikan ke-fandom-an mereka ke dunia nyata. Karakter fiksi kesayangan yang punya pengaruh besar pas mereka tumbuh dewasa, diabadikan langsung ke identitas si buah hati.
Fenomena ini diungkap Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, dalam gelaran Rakornas Dukcapil di Jakarta, Senin (3/8/2026).
“Ada yang namanya Nobita, Uzumaki, Sasuke, Naruto, Uchiha, Shinchan, Boruto, dan sebagainya,” ujar Teguh, dikutip dari CNN.
Sementara itu, nama karakter Nobita juga menjadi yang paling banyak dipakai kedua setelah Uzumaki, jumlahnya 181 orang.
Dunia Naruto mendominasi pilihan para orang tua, terbukti dari banyak penduduk dinamai Sasuke sebanyak 158 orang, Naruto 157 orang, serta Uchiha yang 152 warga. Sedangkan dunia One Piece diwakili D Luffy, dengan jumlah 79 orang. Selain itu, ada juga tokoh Shinchan yang dijadikan nama 65 penduduk, lalu Boruto 60 penduduk, Usopp 37 penduduk, Inuyasha 23 penduduk, Doraemon 16 penduduk, dan Suneo 8 penduduk.
Selain itu, Disdukcapil RI juga ngasih data kalau tren pemberian nama pakai nama musisi & selebritis papan atas juga masih tinggi.
Nama-nama kayak Justin Bieber, Ariana Grande, Selena Gomez, Taylor Swift, sampai Olivia Rodrigo banyak juga dipakai. Khusus Olivia Rodrigo, Dukcapil bilang kalau jumlahnya fantastis mencapai 142 ribu orang. Sementara nama Justin Bieber tercatat dipakai 18.551 penduduk, Ariana Grande 15.281 penduduk, Selena Gomez 5.533 penduduk, dan Taylor Swift 153 penduduk.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga memaparkan bahwa tercatat 3.639.244 akta kelahiran terbit sepanjang Semester I 2026, yang menurutnya penting untuk memastikan hak sipil anak atas identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan, karena akta kelahiran menjadi syarat penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
