WUSS Rilis Album Perdana SUZAN, 12 Lagu yang Disusun Kayak Kalender Setahun

Musik Indonesia
WUSS dan album perdana mereka, SUZAN

WUSS akhirnya menyelesaikan apa yang mereka mulai beberapa bulan terakhir. Setelah nyicil tiga single, “Born in February”, “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March”, dan “May?”, band asal Malang yang digawangi Sabiella Maris (gitar, vokal), Brilyan Prathama (gitar, vokal), Rara Harumi (bass, vokal), dan Rufa Hidayat (drum) ini resmi ngerilis album penuh perdana mereka, SUZAN, pada 26 Agustus 2026 di seluruh platform musik digital.

Konsep album ini unik. Berisi 12 lagu, dan tiap lagu mewakili satu bulan dalam setahun. Albumnya dibuka dengan “January Note (Unsent) feat. Ami Voix Chorale”, lalu “Born in February”, “Three Years of Wonder and Pain in a Boundless March feat. Yogha Prasiddhamukti”, “April Leaves the Fame”, “May?”, “Wicked June”, “July Passed, the Sweetness Stayed”. Di bulan Agustus, mereka pakai “Hazeheart August” yang kolab sama Christabel Annora. Lalu lanjut ke “Quiet Admiration // September” yang juga kolab bareng Eltria Raffi. Ditutup dengan “When ‘Sweet Mary’ Plays in October”, “November 404”, sampai “December, at Last”.

Disusun kayak kaleidoskop tahunan, SUZAN mengangkat tema-tema kehilangan, harapan, nostalgia, kegelisahan, cinta, sampai penerimaan. Tiap lagu bisa didengarkan sendiri-sendiri, tapi makna utuhnya baru kerasa kalau didengar runtut dari awal sampai akhir.

Secara musikal, WUSS tetap pegang identitas mereka. Dengan paduan suara berlapis, gitar yang intim, piano yang sunyi, dan dinamika yang berkembang pelan. Nama-nama kolaborator yang nyempil di beberapa lagu, Ami Voix Chorale, Yogha Prasiddhamukti dari Skandal, Christabel Annora, dan Eltria Raffi dari Dazzle, masing-masing nambahin warna tanpa menganggu arah emosional albumnya.

Artwork SUZAN digarap Farhan Endy dari Conbini, seniman visual asal Malang. Bareng album ini, WUSS juga merilis video musik buat “January Note (Unsent) feat. Ami Voix Chorale” yang disutradarai Jamal dari RCA Studio.

Soal judul, WUSS sengaja nggak ngasih makna yang baku soal siapa itu Suzan.

“Kami tidak pernah membayangkan SUZAN sebagai dua belas lagu yang berdiri sendiri. Kami ingin album ini terasa seperti membuka sebuah buku harian, lalu menyadari bahwa setiap bulan diam-diam sedang menceritakan kisah yang sama,” kata Sabiella Maris.

Buat mereka, SUZAN bukan album yang nyoba ngasih jawaban. Ini lebih ke dokumentasi soal gimana waktu diam-diam membentuk seseorang selama setahun penuh.

SUZAN tersedia di seluruh platform musik digital mulai 26 Agustus 2026.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan