Di helatan The Sound Project Vol. 9 yang berlangsung 7-9 Agustus 2026 di Econvention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara kemarin, ada sedikitnya tiga catatan penting.
Catatan pertama, tentu saja soal lineup-nya yang cukup mentereng. Sebut aja Isyana Sarasvati, Naykilla, Mahalini-Rizky Febian, IDGTAF, sampai Tulus dan Kunto Aji dari ranah pop & RnB. Lalu ada The S.I.G.I.T, 510, Elephant Kind, Teenage Death Star, berikut langganan festival macam .Feast, Hindia, Barasuara, Efek Rumah Kaca, Perunggu, Reality Club, dan sebagainya.
Plus, festival ini juga masukin deretan musisi dari kancah populer lain, kayak King Nassar, NDX AKA, Kangen Band, Souljah, sampai Tipe-X. Nggak ketinggalan nama-nama beken global, kayak Jet (Australia), Neck Deep (Wales), serta unit bule-nostalgik-era-kolonial, Nusantara Beat (Belanda).
Catatan kedua, aksi dari seorang publik figur selebritis yang namanya timbul-tenggelam lewat kontroversi, sebut saja AT. Pas Jet naik pentas dan mulai membawakan lagu hit mereka, “Look What You’ve Done”, si publik figur ini tiba-tiba lari dari arah backstage. Merangsek masuk ke panggung ala fans-fans nekat pada umumnya, dan meluk vokalis Jet, Nic Cester yang lagi nyanyi.
Penonton sempat ngira aksi ini sebagai gimmick promotor. Tapi, ada adegan tim backstage dan kru Jet yang gercep menangkap si publik figur buat dibawa keluar panggung. Dan, aksi itu kemudian jadi bahan bakar hujatan netizen, sekaligus tim backstage. Dia banyak dicap caper, norak, lebay, dan lain sebagainya, sampai akhirnya ngaku khilaf dan minta maaf terbuka ke semua pihak yang merasa dirugikan. Meski masih pakai alasan sebagai fans berat yang nggak tahan mau ketemu idolanya sejak zaman SMA.
Catatan Ketiga, Paling Berat
Selain dua itu, ada satu hal lagi yang penting dicatat pasca gelaran The Sound Project 2026. Catatan terakhir sekaligus paling berat dampaknya, yaitu soal insiden di tenant minuman beralkohol Newport.
Pasca event, beredar video yang merekam peristiwa di booth Newport yang katanya terjadi hari terakhir, Minggu (9/8/2026). Video menampilkan suasana ramai pengunjung tenant. Tapi dari audio, kedengaran suara salah seorang di tenant yang bikin challenge ke pengunjung: barangsiapa hafal Surah Ad-Duha bisa dapat gratis satu botol minuman Newport.
Unggahan video cepat nyebar di media sosial dan bikin kontroversi. Berbagai pihak, mulai dari individu sampai instansi keagamaan langsung merespons keras. Warga dan sejumlah tokoh publik menilai aksi itu nggak etis banget. Bukan cuma nggak menghormati, tapi bisa masuk kategori penistaan agama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat Ketua Komisi Fatwa, Prof. KH Asrorun Niam Sholeh, bahkan tegas bilang kalau pakai ayat suci Al-Qur’an buat pemasaran produk haram, sama sekali nggak bisa dibenarkan dari sudut pandang agama, moral, maupun hukum.
Buntutnya, panitia The Sounds Project langsung ambil tindakan dan merilis pernyataan resmi di akun resmi mereka (@thesoundsproject). Sambil bilang kalau mereka sendiri kecewa dan marah, serta minta maaf ke masyarakat.
Mereka bilang kalau aktivitas itu dilakukan sepihak sama kru tenant, tanpa diketahui, apalagi diarahkan oleh manajemen festival. Mereka juga sudah ngirim surat peringatan keras ke perusahaan induk Newport buat bertanggung jawab penuh. Manajemen juga lagi koordinasi sama tim hukum buat mengidentifikasi dan ngasih tindakan setimpal ke semua oknum yang terlibat.
Awalnya, challenge itu dikiranya ide MC tenant Newport, Revnaldo Ega. Dia sendiri juga sudah minta maaf secara terbuka atas kelalaiannya. Tapi, belakangan diketahui kalau ide gimik yang dinilai niretika ini berasal dari penonton. Seorang penonton mendadak meraih mic Revnaldo, lalu ngide spontan, yang sayangnya nggak ada satu pun pihak yang ngeh untuk menghalanginya, baik dari MC & tim tenant Newport, penonton di sekitar, maupun panitia The Sound Project.
