Pidato dua menit dari rapper Macklemore waktu membuka Loop Tour Ed Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey 4 September kemarin buntutnya panjang. Promotor tur nggak mau dia ikut lagi, pemilik stadion keberatan, lalu beberapa penampil lain ikutan mundur, ujungnya Ed Sheeran dikritik publik habis-habisan.
Padahal, dia cuma mau coba menyuarakan stance politik dia soal sengketa di Tanah Palestina. Malah waktu speak up, rapper dengan nama asli Ben Haggerty ini bilang kalau itulah salah satu alasan dia bersedia ikut Loop Tour.
“Salah satu alasan terbesar saya ingin mengikuti tur ini adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat dekat di hati saya. Free Palestine (Bebaskan Palestina)!” kata dia, dikutip dari The Independent.
Lepas mengutarakan pandangan politik, Macklemore lanjut dengan nyanyi “Hind’s Hall”. Lagu dari album berjudul sama yang rilis 2024 ini terinspirasi dari peristiwa yang menimpa Hind Rajab, anak enam tahun Palestina yang meninggal akibat serangan militer Israel.
Pasca penampilan tanggal 4 September, besoknya Macklemore main lagi di panggung yang sama. Di malam kedua ini dia sempat klarifikasi ke komunitas Yahudi yang lagi nonton. Dia bilang bahwa kritiknya bukan ditujukan buat individu-individu yang kebetulan bangsa Yahudi, tapi buat nunjukin posisi politik dia yang nolak genosida dan apartheid.
Cuma ya gitu. Kritikan itu akhirnya bikin beberapa pihak tersinggung. Dia dinilai melanggar “zona netral” yang biasanya dijaga dalam konser pop skala besar.
Alasan itu yang dibilang sama kelompok Israeli-American Council (IAC) yang pro-Israel. Mereka menilai tindakan More, “menyalahgunakan panggung konser untuk agenda politik.”
Respons IAC menyalakan sumbu pendek pihak lain. Robert Kraft, pemilik New England Patriots (klub NFL) dan Stadion Gillette di Foxborough, bahkan langsung mengancam. Dia nggak akan ngasih izin kalau stadion miliknya dipakai tur Ed Sheeran kalau Macklemore tetap tampil. Dan Macklemore merespons balik Kraft dengan nuduh dia mengompori pemilik stadion lain di AS.
Lihat kondisi kayak gitu, promotor Loop Tour, Messina Touring Group juga langsung bertindak. Pertengahan September, mereka resmi nggak ajak Macklemore di delapan venue sisa di AS. Terus, cuma beberapa jam setelah info itu dirilis ke publik, beberapa penampil lain di tur beraksi solidaritas dengan ikut mengundurkan diri. Mereka di antaranya Finneas (musisi yang adiknya Billie Eilish), Aaron Rowe (penyanyi Irlandia), Lukas Graham (grup pop Denmark), sampai Beoga (band pengiring Ed Sheeran).
“Artis nggak boleh dibungkam ketika menyuarakan kebenaran buat orang-orang tertindas,” tulis Finneas sambil mundur.
Rentetan respons ini pastinya bikin posisi Ed Sheeran sulit. Dia nggak terbiasa aktif di ranah aktivisme politik, tapi terpaksa harus menghadapi insiden boikot-boikotan kayak gini. Sebagai penyanyi populer, publik otomatis juga mengarahkan kritik ke dia. Dianggap cari aman, sampai akhirnya dia bikin klarifikasi.
“Kontrak para artis pendukung dibuat langsung dengan Messina Touring Group, bukan dengan saya pribadi. Saya menghabiskan waktu seminggu penuh mencoba menengahi situasi ini dengan para pemilik stadion, namun keputusannya mutlak berada di luar kendali saya. Konser saya adalah tempat untuk menyatukan orang-orang lewat musik, dan saya selalu berusaha menjauhkan panggung profesional saya dari forum politik demi kenyamanan seluruh penonton, termasuk anak-anak,” tulis Ed Sheeran di akun media sosialnya.
Di sisi lain Macklemore kelihatan nggak nyesel sama sekali. Dia juga bikin postingan yang tegas bilang kalau rakyat Palestina-lah yang jadi korban sesungguhnya dari drama-drama ini, bukan dia sendiri, Ed Sheeran, atau Pink yang sempat mengkritik pidatonya.
Macklemore juga bilang kalau dia bakal ngasih sebagian pendapatan dari tur buat organisasi kemanusiaan yang fokus isu Palestina. Bahkan nantang Robert Kraft yang miliarder itu buat melakukan hal serupa.
Sementara itu, Loop Tour yang jadwalnya masih sisa delapan di AS, dan sejumlah titik lain di Amerika Selatan, kemungkinan besar akan berubah formatnya. Ed Sheeran tetap manggung sesuai jadwal, tapi dia bakal full solo akustik tanpa opening act atau band pengiring. Meskipun gitu, sebagian fans yang kadung beli tiket mulai berbondong-bondong minta refund akibat drama yang terjadi.
