in

Band Indie Malang, Mati Di Saturnus Gelar Rangkaian Tur Bertajuk “Tourbulensi”

Tourbulensi, tur Mati Di Saturnus

Manusia bisa berencana, tetapi Tuhan-lah yang menentukan. Mungkin itu frasa yang tepat untuk menggambarkan Mati Di Saturnus yang sudah beberapa kali merencanakan tur, namun selalu tertunda akibat beberapa alasan.

Meski begitu, pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan bahwa Mati Di Saturnus benar-benar akan mewujudkan impiannya untuk melakukan perjalanan tur. Rencananya dimulai pada pertengahan bulan Juli ini, hingga selesai pada akhir Agustus.

Agenda tur Mati Di Saturnus ini diberi tajuk “Tourbulensi”, gubahan kreatif dari istilah “turbulensi”. Menurut KBBI, artinya adalah kedaan terganggu karena perubahan yang tidak dapat diprediksi.

Masaril Muhtadin, pemilik moniker Mati Di Saturnus, menganggap istilah itu tepat merepresentasikan hal yang biasa dialami manusia selama hidup di dunia. Khususnya saat mengalami kondisi berada di atas, tetapi tidak benar-benar di atas. Karena mengalami gangguan yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol, sehingga peluang untuk jatuh dari ketinggian pun cukup besar. 

Ketidakpastian dalam turbulensi ini juga dianggapnya sebagai representasi keadaan manusia yang benar-benar hidup. Sebagaimana manusia dewasa, keterbatasan dan kesempitan waktu juga menjadi kendala dalam menjalankan agenda.

“Agenda tur ini sempat tertunda karena alasan klasik, yaitu kendala sumber daya dan pekerjaan”, tutur Aril, sapaan akrabnya.

“Tourbulensi” mengkampanyekan apa yang disuarakan Mati di Saturnus dalam album debut dan sophomore-nya, Balada Orang-Orang Piknik (2020) dan Menyedihkan (2023). Berisi beberapa kumpulan cerita fiktif yang pilu, lengkap dengan lirik yang mengandung pesan teistik, nihilistik, inferioritas dan ironi.

Agenda Tourbulensi

Catat tanggalnya, “Tourbulensi” akan dimulai di Blitar pada tanggal 9 Juli besok. Lalu berlanjut ke Jember 10 Juli, Banyuwangi 11 Juli, dan Pulau Bali pada 12-13 Juli. Dalam fase ini, Mati Di Saturnus akan tampil solo.

Rehat sejenak sampai tanggal 16 Agustus, sehari berikutnya Mati Di Saturnus akan mengunjungi Lumajang. Kali ini, tampil dalam format full-band.

Sedangkan pada fase berikutnya, yakni tanggal 23 – 29 Agustus. Kalian yang berada di kota-kota berikut bisa menyaksikan penampilan Mati Di Saturnus.

  • 23 Agustus – Kediri
  • 24 Agustus – Surakarta
  • 25 Agustus – Yogyakarta
  • 27 Agustus – Tangerang
  • 28 – 29 Agustus – Jakarta

Agenda penutup “Tourbulensi” pada 28 dan 29 Agustus, juga akan menampilkan Adi Alam, rekan Mati Di Saturnus yang juga asal Malang.

Sepanjang perjalanan, Mati Di Saturnus tidak hanya akan tampil dalam pertunjukan musik. Agenda talkshow juga akan diselipkan, membahas karya dan proses pembuatannya.

Tak lupa, Mati Di Saturnus telah menyiapkan merchandise khusus untuk Tourbulensi berupa T-Shirt eksklusif. Untuk info lebih lengkapnya, cek IG @matidisaturnus.

Walaupun tetap terbuka untuk keterlibatan sponsor, secara berani Mati di Saturnus akan menjalani tur dalam keadaan turbulensi, tanpa menunggu dukungan finansial dari sponsor. 

Pun setelah tur selesai, Mati Di Saturnus tidak akan bersantai-santai. Ia tengah berencana melanjutkan proses produksi video klip sepulang dari perjalanan.

“Rencananya setelah usai menjalani tur, Mati Di Saturnus akan merilis sebuah music video (MV), “ ungkap Aril.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!