{"id":9430,"date":"2025-01-20T12:53:45","date_gmt":"2025-01-20T05:53:45","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=9430"},"modified":"2025-01-21T12:54:32","modified_gmt":"2025-01-21T05:54:32","slug":"single-give-in-dari-firstrate-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/single-give-in-dari-firstrate-surabaya\/","title":{"rendered":"Single: &#8220;Give In&#8221; dari Firstrate, Bersiap Menuju Debut Album"},"content":{"rendered":"<p>Setelah sukses dengan debut single \u201cSpringtime\u201d pada 2024, unit alt-punk asal Surabaya, Firstrate, kembali dengan rilisan kedua, \u201cGive In.\u201d Rilis lewat Bandcamp Haum Entertainment pada 10 Januari 2025, lagu ini akan jadi bagian dari album debut, &#8220;Passage of Time,&#8221; yang akan hadir dalam format LP bertajuk \u201cGive In\/Face It.\u201d<\/p>\n<p>Single \u201cGive In\u201d mengisahkan karakter fiktif bernama Bagus, pria ambivert usia pertengahan 20 yang emosinya ambigu. Bagus adalah sosok optimis sekaligus peragu, kerap memendam perasaan. Dinamika ini jadi cerminan dari pergulatannya dalam melihat hidup sebagai campuran baik dan buruk.<\/p>\n<p>\u201cBagus muncul setelah kami menyusun lirik dan menyadari bahwa semuanya dapat dirangkai menjadi sebuah cerita dengan tokoh utama ini,\u201d ujar Sholehuddin, vokalis Firstrate.<\/p>\n<p>Dalam \u201cGive In,\u201d Bagus digambarkan lagi di persimpangan jalan setelah menghadapi berbagai momen hidup yang nggak berjalan sesuai harapan.<\/p>\n<p>Meski begitu, renungannya memunculkan tanda tanya, &#8220;Haruskah dia melepas yang sudah berlalu atau terjebak dalam perangkap pikirannya sendiri?&#8221;<\/p>\n<p>Namun pada akhirnya, lagu ini menyampaikan pesan tegas melalui karakter Bagus. \u201cAku harus bergerak, jika tidak aku pun akan terperangkap dalam labirin,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cGive In\u201d jadi pesan penting dari band yang berdiri April 2023 ini. Setelah membuka dengan \u201cSpringtime\u201d, single kedua ini jadi perantara menuju single ketiga, sebelum akhirnya menyambut \u201cPassage of Time&#8221; yang kini tengah berada dalam tahap pascaproduksi<\/p>\n<p>Sholehuddin Muhammad (vokal), Gemilang Surya (gitar dan vokal), Alwan Hilal (drum), Asa Secita (bass), dan Lambang Akbar Ramadhan(gitar). Mereka menghadirkan album <em>Passage of Time<\/em> sebagai rangkuman hidup yang penuh warna, dengan refleksi sebagai tema utama.<\/p>\n<p>\u201cAlbum <em>Passage of Time <\/em>kami rancang sebagai refleksi hidup. Kami mencoba menuangkan pengalaman kami ke dalam lagu, merangkum kegembiraan, kesedihan, hingga rasa syukur yang bisa ditemukan di setiap sudut album ini. Apapun yang terjadi, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, \u201cGive In\u201d sudah bisa dinikmati melalui Bandcamp Haum Entertainment sejak 10 Januari 2025 dan akan segera hadir di berbagai platform streaming digital pada tahun ini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" style=\"border-radius: 12px;\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/track\/2zTqaM74TtsthjhJFnP8PC?utm_source=generator\" width=\"100%\" height=\"152\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\"><\/span><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah sukses dengan debut single \u201cSpringtime\u201d pada 2024, unit alt-punk asal Surabaya, Firstrate, kembali dengan rilisan kedua, \u201cGive In.\u201d Rilis lewat Bandcamp Haum Entertainment pada 10 Januari 2025, lagu ini akan jadi bagian dari album debut, &#8220;Passage of Time,&#8221; yang akan hadir dalam format LP bertajuk \u201cGive In\/Face It.\u201d Single \u201cGive In\u201d mengisahkan karakter fiktif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":9432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[931],"tags":[615,1010,978],"class_list":["post-9430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-rilis","tag-musik","tag-musisi","tag-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}