{"id":9110,"date":"2024-12-06T15:14:21","date_gmt":"2024-12-06T08:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=9110"},"modified":"2024-12-06T15:14:21","modified_gmt":"2024-12-06T08:14:21","slug":"maxi-single-baru-more-high-dari-high-no-man-tuban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/maxi-single-baru-more-high-dari-high-no-man-tuban\/","title":{"rendered":"Maxi Single Baru: &#8220;More High\u201d dari High No Man, Suarakan Pesan Perlawanan &#038; Spiritual"},"content":{"rendered":"<p>Unit <em>jamaican sound<\/em> asal Tuban, High No Man, baru saja merilis <em>maxi single<\/em> terbaru mereka bertajuk <em>More High<\/em>.<\/p>\n<p>Judul ini dipilih untuk menggambarkan pesan spiritualitas yang diusung High No Man. Lewat rilisan ini, mereka mengajak pendengar untuk bangkit secara jiwa dan terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Selain itu, mereka menegaskan kalau nggak sepakat terhadap \u201csistem Babylon\u201d yang jadi simbol penindasan. Frasa <em>\u201cMore High, More Higher\u201d<\/em> juga menjadi moto simbolik yang mewakili semangat dan pesan karya mereka ke depannya.<\/p>\n<p>Rilisan ini menghadirkan dua trek, yaitu \u201cBeat Down Babylon\u201d dan \u201cMore High,\u201d yang memadukan elemen reggae klasik dengan sentuhan modern khas mereka.<\/p>\n<p>Trek pembuka, \u201cBeat Down Babylon\u201d hadir dengan nuansa intens penuh semangat perlawanan. Lewat <em>spoken word<\/em> dari mulut Adma, lagu ini menyentil simbol-simbol penindasan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Efek siren dari Nods berikut komposisi visual Sheta bikin atmosfer lagu makin kuat, menghentak, dan emosional. Cocok jadi <em>anthem<\/em> buat tema-tema kebebasan dan pemberontakan.<\/p>\n<p>Nomor kedua \u201cMore High\u201d menawarkan energi positif yang <em>uplifting, <\/em>dengan filosofi elevasi diri yang dikemas, lagi-lagi lewat <em>spoken word<\/em>. Lagu ini mengajak pendengar merasakan suasana santai tapi penuh getaran semangat.<\/p>\n<p>Filosofi \u201c<em>More High, More Higher<\/em>\u201d yang digaungkan High No Man dirancang nggak cuma untuk didengar, tapi juga dirasakan secara emosional, sehingga menciptakan pengalaman mendalam.<\/p>\n<h3>Lebih Dekat dengan High No Man<\/h3>\n<p>Nama High No Man aslinya adalah plesetan dari Hanoman, tokoh manusia kera putih dalam mitologi Hindu yang melambangkan kekuatan dan keberanian. Ini jadi simbol dalam setiap karya mereka.<\/p>\n<p>Grup ini terdiri dari tiga personal yang namanya sudah nggak asing lagi di <em>scene<\/em> musik Tuban. Ada Adma yang juga dikenal sebagai vokalis Rootslide dan solois di proyek Cimeng D. Shalom. Nods, penabuh dram di band <em>hardcore<\/em> GEIST dan STRUCK. Lalu Sheta, <em>disc jockey<\/em> di KKB yang sekaligus desainer visual untuk band-band di Tuban dan Surabaya.<\/p>\n<p>Maxi single <em>More High<\/em> yang baru mereka rilis bisa kamu dengarkan di berbagai platform streaming digital. Kalau <em>preview<\/em>-nya, kamu bisa menyimaknya di sini.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" style=\"border-radius: 12px;\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/track\/01EpBQmqGkwtJzDQNCPRfe?utm_source=generator\" width=\"100%\" height=\"152\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\"><\/span><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Unit jamaican sound asal Tuban, High No Man, baru saja merilis maxi single terbaru mereka bertajuk More High. Judul ini dipilih untuk menggambarkan pesan spiritualitas yang diusung High No Man. Lewat rilisan ini, mereka mengajak pendengar untuk bangkit secara jiwa dan terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih tinggi. Selain itu, mereka menegaskan kalau nggak sepakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9112,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[931],"tags":[616,615,2759],"class_list":["post-9110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-rilis","tag-indie","tag-musik","tag-reggae"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9110"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9110\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}