{"id":7293,"date":"2024-02-19T08:46:56","date_gmt":"2024-02-19T01:46:56","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=7293"},"modified":"2024-02-21T05:31:28","modified_gmt":"2024-02-20T22:31:28","slug":"rilis-album-kedua-war-fighters-kembali-temukan-jalannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/rilis-album-kedua-war-fighters-kembali-temukan-jalannya\/","title":{"rendered":"Rilis Album Kedua, War Fighters Kembali Temukan Jalannya"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">War Fighters, unit hardcore <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/tag\/surabaya\/\">Surabaya<\/a>, sudah mengumumkan bahwa album baru mereka akan segera terbit. Itu lewat single &#8220;Morphed Reflections\/Burdens Piled&#8221;, yang dirilis pada September 2023 lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tahun 2019 rilis album perdana \u201cDROWNING IN SADNESS\u201d, War Fighters berhasil<br>menemukan kembali jalan untuk berekspresi. Cukup lama, sekitar 4 tahun sampai lahir album<br>selanjutnya. Barangkali Alif Brillian (vokal), Fafa Fitralandi (gitar), Mahardika Gandhi (bass), dan Ayiz (gitar), butuh mengalami pendewasaan, sehingga kemudian lahir kembali menjadi sosok-sosok yang lebih tangguh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan  Februari ini, penantian itu pun terjawab dengan hadirnya <em>Serenading the Scars of Wisdom<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Serenading the Scars of Wisdom<\/em> jadi album kedua War Fighters yang diluncurkan melalui Paska Records. Album ini memuat delapan trek penuh, termasuk dua lagu maxi-single \u201cMorphed Reflections\/Burdens Piled\u201d tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Entah kehidupan seperti apa yang berhasil mereka lalui. Namun satu hal, <em>Serenading The Scars Of Wisdom<\/em> berhasil merefleksikan transisi pendewasaan secara gamblang. Di mana macam-macam perasaan dan emosi yang bergemuruh di dalam, seyogyanya ditaklukkan oleh akal. Guna menciptakan harmoni, berupa kebijaksanaan untuk selalu menerima segalanya dengan lapang dan rasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu pun tercermin dalam bentuk materi-materi yang dimuat dalam <em>Serenading The Scars Of Wisdom<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isinya lebih kompleks. War Fighters yang memulai dengan hardcore, kini merambah punk, skramz, post-rock, hingga ambient. Terdengar<a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/kenalkan-costive-unit-emo-malang-dengan-debut-melodi-yang-pilu\/\"> dari trek satu ke trek lainnya<\/a> punya perbedaan jelas, tetapi tentu dengan benang merah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses menggarap <em>Serenading The Scars Of Wisdom<\/em>, War Fighters dibantu Donny Andrean  pada drum, juga Rafif (Yellow Flower Living Water) yang mengisi clear vokal di lagu \u201cBurdens Piled\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Serenading The Scars Of Wisdom<\/em> sendiri direkam di Studio Duatujuoleh Artefakt Records. Mixing dan mastering dikerjakan oleh Ando Loekito. Sedang proses produksi menjadi tanggung jawab Paska Records yang sudah bekerjasama dengan War Fighters sejak merilis album debut.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>War Fighters, unit hardcore Surabaya, sudah mengumumkan bahwa album baru mereka akan segera terbit. Itu lewat single &#8220;Morphed Reflections\/Burdens Piled&#8221;, yang dirilis pada September 2023 lalu. Setelah tahun 2019 rilis album perdana \u201cDROWNING IN SADNESS\u201d, War Fighters berhasilmenemukan kembali jalan untuk berekspresi. Cukup lama, sekitar 4 tahun sampai lahir albumselanjutnya. Barangkali Alif Brillian (vokal), Fafa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[931],"tags":[616,615,978],"class_list":["post-7293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-rilis","tag-indie","tag-musik","tag-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7293"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7293\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}