{"id":13091,"date":"2026-09-15T13:59:20","date_gmt":"2026-09-15T06:59:20","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=13091"},"modified":"2026-10-15T14:20:05","modified_gmt":"2026-10-15T07:20:05","slug":"float-rilis-ep-constant-changes-jelajahi-filosofi-luka-lewat-single-yang-kembali-pulih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/float-rilis-ep-constant-changes-jelajahi-filosofi-luka-lewat-single-yang-kembali-pulih\/","title":{"rendered":"Float Rilis EP &#8220;Constant Changes&#8221;, Jelajahi Filosofi Luka Lewat Single &#8216;Yang Kembali Pulih&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Float baru saja merilis EP baru berjudul <em>Constant Changes<\/em>, setelah sekian tahun nggak mengeluarkan karya baru. Rilisan ini dipublikasikan lewat &#8216;trailer&#8217; berupa single &#8220;Yang Kembali Pulih&#8221; yang sudah lebih dulu diperdengarkan.<\/p>\n<p>Sudah tersedia di semua platform streaming sejak 4 September 2026, <em>Constant Changes <\/em>sebenarnya mulai digarap pasca-pandemi 2023 lalu. Bawa konsep soal resiliensi seseorang dalam mengobati luka atau hal-hal di luar kontrol.<\/p>\n<p>&#8220;Berangkat dari kata &#8216;bilur&#8217; atau bekas luka. Luka yang dibasuh iman justru menyimbolkan kekuatan. Bermodal percaya, masa terpuruk terbukti bikin kita makin kuat bangkit,&#8221; kata Hotma &#8220;Meng&#8221; Roni Simamora, vokalis Float.<\/p>\n<p>Dari situ, single &#8220;Yang Kembali Pulih&#8221; jadi trek utama yang jadi penjelas konten keseluruhan di EP ini. Bukan tentang <em>happy ending<\/em> instan, tapi lebih ke proses yang dijalani.<\/p>\n<p>Narasi itu muncul juga di departemen komposisi dan aransemen. David Qlintang (gitar), menjelaskan kalau pendekatan yang dia pakai kali ini melibatkan proses kreatif yang dipandu oleh tema dan ritme.<\/p>\n<p>&#8220;Isian gitar di EP kali ini hampir semuanya ikut atau menyesuaikan dengan ritme, tema, lalu pattern di setiap bentuk lagu. Khususnya di &#8216;Yang Kembali Pulih&#8217;, isiannya sudah kelihatan utuh\u2014semangat, optimis,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara dari sisi bass, Binsar Tobing juga cerita tentang eksperimen sound yang memang disengaja.<\/p>\n<p>&#8220;Lagu ini berawal dari <em>voice note<\/em> Meng di tahun 2021. Gue bereksperimen rekam bass dengan pendekatan minimalis namun bertenaga agar fondasi lagu terasa kokoh menghantam keraguan,&#8221; Binsar menjelaskan.<\/p>\n<p>Begitu juga Timur Segara (drum), yang coba eksperimen dengan komposisi yang lebih liar dari biasanya.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu awal rekaman, aransemennya ngasih vibe megah banget. Begitu lirik dari Meng jadi, pukulan drum di take awal sempat dinilai terlalu liar. Tapi kita sepakat proses &#8216;kembali pulih&#8217; dari sebuah luka itu kan nggak instan; ada proses berdarah-darah, perjuangan, dan gejolak emosi. Pukulan drum yang liar tadi justru jadi sesuatu yang paling mewakili spirit perjuangan untuk bangkit,&#8221; jelas Timur.<\/p>\n<p>Meliringi perilisan EP, Float juga bikin event bertajuk &#8220;Float to Nature&#8221;, Acara 3 hari 2 malam ini, selain buat merayakan rilisan baru, juga ngasih tempat Float buat interaksi langsung dengan Floatmates (sebutan untuk penggemar mereka). Acara ini digelar barengan sama perilisan EP <em>Constant Changes<\/em> awal September lalu.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Float baru saja merilis EP baru berjudul Constant Changes, setelah sekian tahun nggak mengeluarkan karya baru. Rilisan ini dipublikasikan lewat &#8216;trailer&#8217; berupa single &#8220;Yang Kembali Pulih&#8221; yang sudah lebih dulu diperdengarkan. Sudah tersedia di semua platform streaming sejak 4 September 2026, Constant Changes sebenarnya mulai digarap pasca-pandemi 2023 lalu. Bawa konsep soal resiliensi seseorang dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":13094,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[931],"tags":[8098,8097,8099],"class_list":["post-13091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-rilis","tag-constant-changes","tag-float","tag-musik-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13091"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13116,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13091\/revisions\/13116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}