{"id":11034,"date":"2025-08-23T13:37:25","date_gmt":"2025-08-23T06:37:25","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=11034"},"modified":"2026-08-14T17:21:11","modified_gmt":"2026-08-14T10:21:11","slug":"single-semua-yang-kita-lakukan-sia-sia-pamungkas-menuju-album-penuh-perdana-the-hirzy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/single-semua-yang-kita-lakukan-sia-sia-pamungkas-menuju-album-penuh-perdana-the-hirzy\/","title":{"rendered":"Single: \u201cSemua Yang Kita Lakukan Sia-Sia\u201d, Pamungkas Menuju Album Penuh Perdana The Hirzy"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"210\" data-end=\"515\">The Hirzy merilis single terbaru berjudul \u201cSemua Yang Kita Lakukan Sia-Sia\u201d sebagai penutup sebelum memperkenalkan album penuh perdana mereka yang bertajuk <em data-start=\"366\" data-end=\"374\">Lumpur<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"210\" data-end=\"515\">Seperti karya-karya sebelumnya, keresahan, penyesalan, dan harapan untuk hidup yang lebih baik masih menjadi benang merah dalam lagu ini.<\/p>\n<p data-start=\"517\" data-end=\"977\">Berbeda dari biasanya, kali ini bukan Hafizd (vokal &amp; gitar) yang menulis dan menyanyikan lagu, melainkan Dito (bass). Lagu ini lahir dari pergulatan personal Dito sebagai manusia, ketika ia merasa gagal dan banyak mengecewakan Tuhan, keluarga, serta tujuan hidupnya.<\/p>\n<p data-start=\"517\" data-end=\"977\">\u201cSemua Yang Kita Lakukan Sia-Sia itu kayak introspeksi diri buat gue,\u201d ungkap Dito.<\/p>\n<p data-start=\"517\" data-end=\"977\">Ia berharap lagu ini bisa menemani pendengar untuk ikut berefleksi, baik dalam masa senang maupun susah.<\/p>\n<p data-start=\"979\" data-end=\"1384\">Secara musikal, The Hirzy memadukan pengaruh dari rock alternatif melodius, punk cepat, hingga pop Indonesia mainstream.<\/p>\n<p data-start=\"979\" data-end=\"1384\">Lirik introspektif dibungkus dengan riff gitar yang kasar, pola drum eksploratif, dan bass dinamis. Referensi musik mereka beragam, mulai dari Title Fight, Whirr, Turnover, The Pains of Being Pure at Heart, hingga band lokal seperti The Sastro, Pure Saturday, Monkey to Millionaire.<\/p>\n<p data-start=\"1386\" data-end=\"1680\">Single ini diproduksi dengan bantuan Lantip Mukti (Maria Tambun) pada proses mixing dan mastering. Sebelumnya, The Hirzy juga telah merilis <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/maxi-single-berharap-berlalu-the-hirzy\/\">maxi-single <em data-start=\"1538\" data-end=\"1558\">Berharap \/ Berlalu<\/em><\/a> (April 2025), dengan lagu \u201cBerlalu\u201d menghadirkan kolaborasi bersama Tyrelle Amaru (Kupu-Kupu) di vokal dan synthesizer.<\/p>\n<p data-start=\"1682\" data-end=\"1963\">The Hirzy terus konsisten berkarya. Mini album debut <em data-start=\"1753\" data-end=\"1770\">Terjebak Senang<\/em> melahirkan beberapa single, di antaranya \u201cSenangnya Jadi Jagoanmu\u201d dan \u201cTeori Multiverse\u201d.<\/p>\n<p data-start=\"1965\" data-end=\"2247\">The Hirzy tak lepas dari dukungan komunitas dan kawan-kawan sejiwa. Mereka menjadi bagian dari lingkaran band seperti <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/album-buy-one-get-war-selebrasi-kemenangan-kecil-ala-the-jems\/\">The Jems<\/a>, The Keeps, Maria Tambun, Kupu-Kupu, Parasupra, dan banyak lagi. Semangat kolektif inilah yang terus menjaga energi mereka untuk melahirkan musik baru.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" style=\"border-radius: 12px;\" src=\"https:\/\/open.spotify.com\/embed\/track\/6plk92rNOLHocfbNmzqqAR?utm_source=generator\" width=\"100%\" height=\"152\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\" data-testid=\"embed-iframe\"><span data-mce-type=\"bookmark\" style=\"display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;\" class=\"mce_SELRES_start\"><\/span><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Hirzy merilis single terbaru berjudul \u201cSemua Yang Kita Lakukan Sia-Sia\u201d sebagai penutup sebelum memperkenalkan album penuh perdana mereka yang bertajuk Lumpur. Seperti karya-karya sebelumnya, keresahan, penyesalan, dan harapan untuk hidup yang lebih baik masih menjadi benang merah dalam lagu ini. Berbeda dari biasanya, kali ini bukan Hafizd (vokal &amp; gitar) yang menulis dan menyanyikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":11035,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6378],"tags":[1011,615,927,1010],"class_list":["post-11034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-showcase","tag-jakarta","tag-musik","tag-musik-pop-rock","tag-musisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11034"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12739,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11034\/revisions\/12739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}