{"id":10109,"date":"2025-03-30T18:45:42","date_gmt":"2025-03-30T11:45:42","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=10109"},"modified":"2025-04-01T18:56:29","modified_gmt":"2025-04-01T11:56:29","slug":"mengumpulkan-bekal-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/mengumpulkan-bekal-masa-depan\/","title":{"rendered":"Hipkultum #29: Mengumpulkan Bekal Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p>Seorang raja memanggil tiga menteri kepercayaannya dan memberi mereka masing-masing sebuah kantong.<\/p>\n<p>&#8220;Pergilah dan isi kantong ini dengan buah-buahan terbaik yang bisa kalian temukan,&#8221; perintahnya.<\/p>\n<p>Tanpa memberi tahu alasan di balik tugas ini, <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/hipkultum-4-kejujuran-menuntunmu-ke-hal-baik\/\">raja hanya ingin<\/a> menguji ketulusan mereka.<\/p>\n<p>Menteri pertama langsung bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia memilih buah-buahan terbaik, memastikan kantongnya penuh dengan hasil yang segar dan berkualitas.<\/p>\n<p>Menteri kedua menganggap tugas itu tidak begitu penting. Ia mengumpulkan buah seadanya. Ada yang segar, ada yang busuk. Yang penting kantong itu terisi penuh.<\/p>\n<p>Sementara itu, menteri ketiga malah lebih malas lagi. Ia berpikir raja tidak akan benar-benar memeriksa isi kantong itu, jadi ia mengisinya dengan daun kering dan tanah, supaya terlihat penuh saja.<\/p>\n<p>Ketika mereka kembali ke istana, raja tidak memeriksa kantong mereka. Tapi, ia malah memberikan <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/hipkultum-28-gagal-tapi-kok-jadi-juara\/\">perintah<\/a> mengejutkan.<\/p>\n<p>Mereka akan dipenjara selama tiga bulan, dan satu-satunya makanan yang mereka miliki adalah apa yang telah mereka kumpulkan di kantong itu.<\/p>\n<p>Menteri pertama tersenyum lega. Ia punya cukup buah segar untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p>Menteri kedua mulai panik. Setengah dari buahnya sudah membusuk, dan ia tidak yakin bisa bertahan.<\/p>\n<p>Menteri ketiga ketakutan. Kantongnya hanya berisi daun dan tanah, sama sekali tidak bisa dimakan.<\/p>\n<p>Kisah ini mengingatkan kita bahwa hidup juga seperti itu. Apa yang kita kumpulkan hari ini, akan jadi bekal berharga yang bisa kita tuai di masa depan nanti.<\/p>\n<p>Jika kita berbuat baik dan bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup, kita akan menuai hasil yang baik. Namun, jika kita lalai dan tidak serius, kitalah yang akan menanggung akibatnya.<\/p>\n<p>Allah berfirman dalam QS. Az-Zalzalah 99:7-8:<\/p>\n<p><em>&#8220;Maka barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Jadi, sudah tahu apa yang harus kamu kumpulkan hari ini?<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang raja memanggil tiga menteri kepercayaannya dan memberi mereka masing-masing sebuah kantong. &#8220;Pergilah dan isi kantong ini dengan buah-buahan terbaik yang bisa kalian temukan,&#8221; perintahnya. Tanpa memberi tahu alasan di balik tugas ini, raja hanya ingin menguji ketulusan mereka. Menteri pertama langsung bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia memilih buah-buahan terbaik, memastikan kantongnya penuh dengan hasil yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1014],"tags":[6276,6277],"class_list":["post-10109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ramadan","tag-hipkultum","tag-ramadan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10109\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}