{"id":10067,"date":"2025-03-26T22:25:08","date_gmt":"2025-03-26T15:25:08","guid":{"rendered":"https:\/\/hipkultur.com\/?p=10067"},"modified":"2025-04-01T19:18:55","modified_gmt":"2025-04-01T12:18:55","slug":"hipkultum-22-serigala-mana-yang-kamu-beri-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/hipkultum-22-serigala-mana-yang-kamu-beri-makan\/","title":{"rendered":"Hipkultum #22: Serigala Mana yang Kamu Beri Makan"},"content":{"rendered":"<p>Suatu hari, seorang anak laki-laki mendatangi kakeknya dengan wajah penuh amarah. Ia kesal karena merasa diperlakukan tidak adil oleh temannya.<\/p>\n<p>&#8220;Aku ingin membalasnya, Kek! Dia harus tahu rasa!&#8221; katanya geram.<\/p>\n<p>Respons sang kakek malah tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala.<\/p>\n<p>&#8220;Nak, aku juga pernah merasa seperti itu. Kadang aku marah kepada orang-orang yang telah menyakitiku tanpa rasa bersalah. Tapi <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/tahu-nggak-siapa-penemu-ayam-goreng-pertama-kali\/\">tahukah kamu<\/a>? Kebencian itu seperti meminum racun, lalu berharap orang lain yang mati. Padahal, yang tersiksa justru diri kita sendiri.&#8221;<\/p>\n<p>Si cucu mulai tenang, lalu mendengarkan lebih dalam.<\/p>\n<p>&#8220;Kakek ingin kau bayangkan ada dua serigala di dalam diri kita,&#8221; lanjut sang kakek. &#8220;Yang satu baik. Ia penuh kesabaran, pengertian, dan memilih untuk memaafkan. Ia tahu kapan harus bertarung dan kapan harus melepaskan. Serigala ini menyimpan kekuatannya untuk hal yang benar-benar penting.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Lalu, bagaimana dengan serigala yang satunya?&#8221; tanya si cucu.<\/p>\n<p>Sang kakek berkata Serigala yang satunya penuh amarah. Mudah tersulut, selalu ingin berkelahi, bahkan untuk hal sepele. Ia tidak bisa <a href=\"https:\/\/hipkultur.com\/en\/biasa-bagimu-anugerah-buat-orang-lain\/\">berpikir jernih<\/a>, karena hatinya hanya dipenuhi kemarahan dan dendam.<\/p>\n<p>\u201cSayangnya, amarah itu tidak mengubah apa pun, selain semakin menyakiti dirinya sendiri,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Anak itu terdiam. Ia mulai memahami sesuatu. Lalu ia bertanya pelan, &#8220;Lalu&#8230; serigala mana yang akan menang?&#8221;<\/p>\n<p>Kakeknya tersenyum dan menepuk bahunya. &#8220;Serigala yang kau beri makan.&#8221;<\/p>\n<h3>Serigala Jahat atau Baik<\/h3>\n<p>Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan: memelihara amarah atau menumbuhkan ketenangan.<\/p>\n<p>Memaafkan bukan berarti membiarkan diri diinjak-injak, tapi memilih untuk tidak membiarkan kebencian menguasai hati.<\/p>\n<p>Allah berfirman dalam QS. Ali Imran 3:134:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064f\u0646\u0652\u0641\u0650\u0642\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u06e4\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0636\u0651\u064e\u0631\u0651\u064e\u06e4\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0643\u0670\u0638\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0652\u0638\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0641\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u06da\u00a0\u06dd\u0661<\/p>\n<p><em>&#8220;Orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Jadi, serigala mana yang akan kamu beri makan?<\/p>\n<p><em><strong>Cerita asli: <a href=\"https:\/\/www.islamcan.com\/islamic-stories\/the-two-wolves-inside-of-us.shtml\">The Two Wolves Inside of Us<\/a><\/strong><\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu hari, seorang anak laki-laki mendatangi kakeknya dengan wajah penuh amarah. Ia kesal karena merasa diperlakukan tidak adil oleh temannya. &#8220;Aku ingin membalasnya, Kek! Dia harus tahu rasa!&#8221; katanya geram. Respons sang kakek malah tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala. &#8220;Nak, aku juga pernah merasa seperti itu. Kadang aku marah kepada orang-orang yang telah menyakitiku tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10087,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1014],"tags":[6276,740,6277],"class_list":["post-10067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ramadan","tag-hipkultum","tag-kepribadian","tag-ramadan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hipkultur.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}